Menuntut Ilmu di Universitas Kehidupan


Great Life, NHW / Saturday, February 2nd, 2019

Berbicara tentang universitas kehidupan pasti menarik bagi siapa aja. Perempuan dan laki-laki. Sebuah pembelajaran yang hanya akan terhenti ketika jantung tak lagi berdetak.

Univesitas kehidupan ini sangat menarik,
Tak luput dari perhatian saya.
Seorang ibu muda (baru) yang berusia 25 tahun. Ya, saya baru saja melahirkan seorang gadis kecil MasyaAllah cantik tanggal 9-1-2019 lalu. Alhamdulillah, terimakasih banyak Ya Allah, telah Engkau mudahkan proses persalinan hamba. Kisah persalinan ini akan saya ceritakan terpisah yah.

Di Universitas kehidupan tentu ada jurusan-jurusan ilmu yang harus kita pilih agar tercapai tujuan kita. Layaknya Universitas pada umumnya, pasti ada gelar yang ingin kita capai. Supaya gelar tersebut dimiliki, pasti kita harus memasuki jurusan ilmu yang relevan dengan gelar tersebut. Yakan.

Saya bercita-cita menjadi seorang Shalihah Mompreneur. Peran yang tidak mudah, menjadi seorang istri, ibu dan pengusaha yang shalihah.
Untuk mewujudkan cita-cita ini saya harus menguasai banyak jurusan ilmu.
Namun tentu, selalu ada skala prioritas.
Menurut saya, agar semua peran ini terkabul dan berjalan seimbang, saya harus menekuni jurusan ilmu manajemen waktu dan ilmu memasak 😁.

Kenapa kedua jurusan tersebut menjadi prioritas ?
1. Waktu adalah hal yang tidak bisa diulang lagi, betul tidaq? Betull.. agar urusan domestik nya pak suami beres, urusan makan-mimik-bobok nya anak gadis complete, serta chat para customer dan info stok barang dari supplier terkoordinir, dan saya masih ada waktu buat nonton reality show korea The Return Of Superman dan tak lupa urusan ibadah nya on time… saya harus bisa membagi sedemikian rupa 24 jam yang singkat ini bukan? Agar tidak ada yang terbuang sia-sia. InsyaAllah bisa.
2. Urusan negara tengah (alias perut) adalah hal mendesak bagi semua pihak. Anak gadis kalo telat beberapa detik ummi nya nyodorin syusyu langsung deh ngamuk. Pak su kalo pulang kerja lagi laper pasti susah buat senyum. Saya? Kalo laper jadi lemot. Wkwk betapa pentingnya skill memasak bukan? Apalagi kalau keluar rumah jalan-jalan pasti yang dicari terkadang “mau makan dimana?” Nah. Kalau jago masak kan bisa eksekusi dirumah, hemat dan sehat lagi ya ga sih?

Secara pribadi, saya payah banget buat taat atau disiplin dengan waktu. Supaya citacita tercapai mesti berubah dong yaa. Perubahan seperti apa yg saya butuh?
Disiplin !

Strategi nya gimana ?
Memanajerial waktu paling asik dilakukan kalau sudah punya bayangan apa yg mau dikerjakan.
Jadi, saya harus punya time schedule, daily weekly dan monthly deh.
Bikin aja dulu, terlaksana atau engga urusan belakangan. Tapi harus diusahakan ya kan. Setelah dibikin, harus ditaati. Disiplin dengan jadwal.
Nah, kan jadi ketauan tuh sebenernya waktu nya dipakai untuk apa aja. Disitu deh masukkan jadwal untuk praktik belajar memasak. Supaya makin mahir.
Karena kata pepatah, bisa karena biasa 💕

Bismillah, semoga Allah wujudkan..
Bantu diaminkan yaah, readers..

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.