Membangun Peradaban dari Dalam Rumah


Great Life, NHW / Friday, February 15th, 2019

Menurut saya, Rumah sangat penting bagi siapa saja. Rumah adalah tempat pertama seseorang berkenalan dengan ‘kehidupan’.
Rumah dan keluarga lah yang membentuk karakter seseorang.

Dari dalam rumah peradaban dibentuk. Peran seluruh anggota keluarga dapat membangun peradaban yang mantap. Eak bahasa eke.

Untuk membangun peradaban dari dalam rumah anggota tim nya tentu saja Abi, Ummi, Anak-anak dan dipengaruhi lingkungan sekitar juga.

Alhamdulillah ya Allah, terimakasih atas keluarga kecil kami.
Kalau bicara tentang potensi unik kami mah, i am so blessed for having my husband. Allah Maha Baik, terimakasih ya Allah untuk pendamping yang cepat dan cerdas, masyaAllah sholeh ni kayanya akhi akhi gitu yah waktu masih jadi temen mah ngeliat beliau cuma dr aspek itu. Setelah menjadi suami, ternyata lebih dari itu, fabiayyialairabbikumatukadziban.. Alhamdulillah .. till now and till Jannah i am so proud of my hubby.

Selama hamil sambil kerja + baru melahirkan ini, kerasa banget saya mah jarang ngucapin cinta ke beliau, even manja dan dimanjain nya teteup gitu yah, kemarin bikin surat cinta buat pak su, duh.. berasa baru kenal kemarin lagi gitu, jatuh cinta lagi rasanya hehe. Dan dapet hadiah kisses and hugs setelah pak su pulang kerja 💕😍

Selanjutnya adalah potensi pada anak. Dengan memahami potensi anak, orang tua nantinya akan mengetahui program dan kurikulum pendidikan macam apa yang paling cocok dengan setiap anak karena bakat pada setiap anak berbeda satu sama lain.  Karena si Kakak masih bayi umur sebulan banget, ummi nya belum melihat potensi nya apa, yang pasti insyaAllah semoga menjadi anak yang cerdas sholihah .. aamiinn.

And then about myself.
Kalau dari hasil tes psikologi saya cukup menonjol dibagian yang berhubungan dengan orang banyak, seperti humas, cro, etc karena potensi saya yang disinyalir mampu dan luwes dalam berkomunikasi. Tapi rasanya memang begitu ehehe saya selalu happy setiap habis ketemu dan ngobrol dengan orang lain,
Menurut saya, beberapa kelebihan dalam diri saya yang insyaAllah bermanfaat untuk keluarga kami yaitu saya orangnya cukup rapi dan suka kebersihan, saya tipe orang yg ‘manut’ dan cenderung spontaneous, talkative serta have a strong will. Saya tipe yang sabar trs kalo emosi memilih didiamkan dulu di dlm hati baru dikeluarkan (kalo rasanya udah ga bisa nahan lagi).
Alhamdulillah, 3 tahun menjalani rumah tangga ini potensi kami berdua saling menguatkan satu sama lain. Contohnya kalau saya yang nyapu, suami yang ngepel, kalo saya yang mandiin anak suami yang beresin peralatan nya dan hal ini sudah berlaku sejak awal kami menikah, Alhamdulillah senang sekali saya suami mau diajak kerjasama. Semoga kerjasama ini semakin kuat seiring tugas besar kami dalam membangun peradaban di keluarga ini.

Saat ini, kami tinggal di Batam. Di rumah orang tua saya, karena orangtua saya saat ini berdomisili Tanjung Pinang. Sebagai anak perempuan satu-satunya saya memahami bahwa orangtua ingin ditemani anaknya ketika menua, Alhamdulillah saat ini kami masih bisa memenuhi keinginan beliau berdua, menjaga rumah keluarga.
Rumah ini sudah kami tinggali sejak saya berusia tiga tahun, dan lingkungan ini nyaman sekali bagi saya. Tetangga sekitar sudah bukan orang asing bagi saya, mereka adalah orang tua pula bagi saya. Masjid nya nyaman dan lingkungan nya aman. Tenang tinggal disini.

Yang menjadi tantangan adalah jika suatu saat kami harus pindah karena tugas suami, bagaimana cara kami menjelaskan kepada kedua orangtua, bahwa kami harus meninggalkan mereka sementara waktu. Harapan kami adalah kami bisa terus merawat orangtua kami, dan membahagiakan mereka. Semoga kelak, pada saatnya, kemanapun kami pergi, orangtua-orangtua kami bersedia untuk ikut serta pindah bersama kami. Aamiin ….

 

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.